Selasa, 24 November 2009

TENTANG KITA DAN PENAPAK JALAN KEMISKINAN


kita makan sebungkus nasi di atas piring kemewahan ataupun ianya adalah biasa..
tapi mereka..
terkadang memungut, mengutip, barangkali sisa nasi yang telah engkau makan..
sesuap nasi saja adalah peluh berderai bagi mereka..
kita,kami,engkau,dia,mereka yang bergelimang emas-emas tak berharga..
pernahkan sedikit rasa untuk membaginy..
mereka penapak jalan kemiskinan..
beratap daun kesusahan, berselimut tebal dari koran, berbantal beban kotornya jalan dan asap debu, bergejolak perasaan ingin di iba kan..
akankah kita peduli??
akan kah kita tau apa yang mereka rasa..
andai kita bertukar posisi..
kita yang berselimut tebal asap kotoran jalan, memakan makanan yang entah apa dan darimana rasanya, terkulai dalam dingin yang membekukan kulit2 tebal kita.. pasti kita akan menangis , berjuta air mata turun karna tak mampu hadapi badai kesusahan yg menerjang..
seharusnya kita salut..
akan kekuatan mereka menghadang kuatnya getir kesusahan yang melanda..
dengan persaan yang sedikit memelas keibaan dari kita barangkali..
tv, laptop, internet, baju bagus, shopping???? apa itu" barangkali mereka tak tau, bukan tak tau.. jelasnya , tapi  tak merasakan..
diantara sejuta orang bergelimang rupiah-rupiah
hanya sedikit yang mau menyisihkan rupiah ke dalam tampungan wadah kecil mereka..
maukah kita jadi yang sedikit itu..
open ur mind
open ur feel..
mereka disana sepi akan kebahagiaan materi..


2 komentar:

mira & koko mengatakan...

saluuuuuuuuttttttt ...
sukses meruntuhkan buliran air mata emas ku... kau mmg hebat temand :) LIKE THIS!!!!

Mirza Ayunda Pratiwi mengatakan...

hahahhah.. thanks teman.. :)