Minggu, 06 Desember 2009

LONG DISTANCE LOVE



dia disana..
dan kau disini..
sagara memisahkan.. daratan membentang..

itu bukan salah dia.. ataupun kamu..
tapi proses hidup yang menjadi dilema...

kesetiaan, kejujuran, dan keharmonisan yang perlu di ukir di dinding nan kejauhan..
asa membentang hingga rindu meluas..
serasa berat beban menindih perih sesak jiwa
butiran - butiran air mata selalu menghiasa malam dikala rindu menyapa..
terkadang benak hitam menoreh sempitnya kepercayaan jiwa..
gubuk hati begitu miskin dan haus tatapan mata..

hati gundah gulana selalu bertanya..
sedang apa dia disana..


peri-peri cinta peneman sepi dikala lara memberontak..
hanya kata - kata dan kenangan yang terpatri dikala hampa menyelimuti..
dengan 1000 keyakinan mencoba menguatkan hati..
untuk menunggu dia menjadi peneman sejati..


terkadang merasa terabaikan..
terkadang merasa asingkan..
terkadang hati bertanya
antara cinta atau apa?
namun..
sebagai peramal atas masa depan sendiri..
setiap jiwa harus tau..
setiap jiwa harus yakin..
bahwa cinta tak harus selalu menatap..
bahwa cinta tak harus selalu merangkul..
bahwa cinta tak harus selalu memegang..
biarlah jiwa2 yang sepi nan indah itu. menatap bayangnya dari kejauhan
dengan 1000 pnderitaan batin dan rasa..
dan menciptakan sejuta asa..
dan akhirnya menjadi singgahsana istana yang megah
dan berdiri atas sejarah penderitaan batin menahan rindu..
MENCINTAI SESEORANG DARI KEJAUHAN ADALAH INDAH KETIKA KITA MAMPU MELEWATI PADA AKHIRNYA..

2 komentar:

agoez mengatakan...

Puisinya Menarik

Mirza Ayunda Pratiwi mengatakan...

maksih mas agoez :)